PUISI HATI SANG KEMBARA -
Di mana akar bertemu tanah sepi,
Di situ janji mula bersemi.
Kau datang seperti hujan di musim kering,
Menyirami jiwa yang hampir garing.
Bukanlah kata yang memukau mata,
Tetapi bisikmu merubah segala.
Aku hanyalah kembara, mencari batas,
Dan kau adalah pelabuhan, tempat berlabuh.
Cinta bukan lautan yang tenang semata,
Ia badai yang kita rentasi bersama.
Walau di mana kita dipisah waktu,
Di ruang hati, namamu kekal utuh.
Kita memahat mimpi pada batu karang,
Biar ditelan ombak, ia takkan hilang.
Mengapa kita perlu menjadi dewa?
Cukup sekadar manusia yang setia.
Setiap helai nafas, setiap pandangan mata,
Adalah buku lama, sarat dengan cerita.
Aku hanyalah kembara, mencari batas,
Dan kau adalah pelabuhan, tempat berlabuh.
Cinta bukan lautan yang tenang semata,
Ia badai yang kita rentasi bersama.
Walau di mana kita dipisah waktu,
Di ruang hati, namamu kekal utuh.
Namun ada kalanya, kita hilang arah,
Seperti daun gugur di tengah padang.
Mencari tangan untuk berpaut, mencari mercu,
Membaca semula diri yang tersimpul rahsia.
Aku hanyalah kembara, mencari batas,
Dan kau adalah pelabuhan, tempat berlabuh.
Cinta bukan lautan yang tenang semata,
Ia badai yang kita rentasi bersama.
Walau di mana kita dipisah waktu,
Di ruang hati, namamu kekal utuh.
Kekal utuh... di ruang hati...
Sehingga senja kembali bertemu pagi.
LAGU LIRIK : KEMBARA BINTANG 2026
This site uses cookies to deliver our services and to show you relevant ads and job listings.
By using our site, you acknowledge that you have read and understand our Cookie Policy,
Privacy Policy, and our Terms of Service. Your use of our Products and Services,
including our Network, is subject to these policies and terms.